Sabtu, 06 Desember 2014

2.1 Pengertian SWOT TIK
            Kata akronim Analisis SWOT berasal dari Strengths artinya kekuatan, Weaknesses artinya kelemahan, Opportunities artinya peluang, dan Threats artinya ancaman.
            Dalam berbagai literatur diuraikan Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
             Analisa SWOT adalah suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun multinasional.
            Fredy Rangkuti berpandangan bahwa analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.
Menurut Robert W.Duncan (2007, 142), menganalisa lingkungan internal dan eksternal merupakan hal penting dalam proses perencanaan strategi. Faktor-faktor lingkungan internal didalam perusahaan biasanya dapat digolongkan sebagai Strength (S) atau Weakness (W), dan lingkungan eksternal perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai Opportunities (O) atau Threat (T). Analisis lingkungan strategi ini disebut sebagai analisis SWOT.
Menurut Thompson (2008,97), analisa SWOT adalah simpel tetapi merupakan alat bantu yang sangat kuat untuk memperbesar kapabilitas serta mengetahui ketidakefisienan sumber daya perusahaan, kesempatan dari pasar dan ancaman eksternal untuk masa depan agar lebih baik lagi.
Menurut Fred David (1997,134), analisa SWOT adalah adalah metode perencanaan strategis yang berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang
2.2   Faktor – factor yang mempengaruhi SWOT TIK
1.      Strengths (Kekuatan)
Strenghts (kekuatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek organisasi itu sendiri.
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut.Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik/hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang membuatnya unggul bagi pesaing-pesaing serta dapat memuaskan stakeholder maupun pelanggan (peserta didik, orang tua, masyarakat, dan bangsa).
Sebagai contoh bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyarakat, loyalitas pengguna, dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan atara lain: sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya saja perlu pembenahan dari kualitas.Bagi sebuah lembaga pendidikan sangat penting untuk mengenali kekuatan dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi.
2.      Weaknesses (Kelemahan)
Weaknesses (kelemahan) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasitidak dimiliki oleh organisasi. Kelemahan itu terkadang lebih mudah dilihat daripada sebuah kekuatan, namun ada beberapa hal yang menjadikan kelemahan itu tidak diberikan solusi yang tepat dikarenakan tidak dimaksimalkan kekuatan yang sudah ada.
Segala sesuatu pasti memiliki kelemahan adalah hal yang wajar tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri, dan lain-lain.
Untuk itu, beberapa faktor kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antaralain: (1) lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan; (2) sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja; (3) lembaga pendidikan swasta umumya kurang bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang dihadapi sekarang ini; (4) uotput lembaga pendidikan belum sepenuhnya bersaing, dan sebagainya.
3.      Opportunities (Peluang)
Opportunities (peluang) adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi untuk memanfaatkannya. Kondisiyang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri.
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.Situasi lingkungan tersebut misalnya: (1) kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik; (2) identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian; (3) perubahan dalam keadaan persaingan; (4) hubungan dengan pengguna atau pelanggan, dan sebagainya.
4.      Threats (Ancaman)
Threats (ancaman) adalah faktor negatif dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi atau program.
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi majunya peranan sebuah lembaga pendidikan itu sendiri. Contoh ancaman tersebut adalahminat peserta didik baru yang menurun, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut, dan lain-lain.
Strengths (Kekuatan)
Weaknesses (Kelemahan)
Opportuniti
es (Peluang)
Sebuah lembaga pendidikan harus memanfaatkan peluang menjadikan
 kekuatan atau sebaliknya.
Peluangdigunakan untuk menekan sebuah kelemahan yang ada.
Threats (Ancaman)
Kekuatan digunakan untuk menekan ancaman yang terjadi.
Sebuah lembaga pendidikan sebelum datang sebuah ancaman harus menutupi kelemahan-kelemahan yang ada dengan kekuatan dan peluang.
http:// SHINTA DESALA RAHMAWATI .blogspot.com/2013/01/materi-analisis-swot- tik.html . Sabtu 06/09/2014 

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar dengan kata-kata yang bagus yaaaaa